Berita Bola Terkini

Situs Berita Bola Terkini

Bhayangkara FC Ditolak Jadi Timnya Timnas Indonesia oleh Klub Liga 1 Lain

BolaMilenia.com – Bhayangkara FC ditolak oleh klub Liga 1 lainnya untuk jadi timnya timnas Indonesia. Hal itu akhirnya bikin PSSI mengurungkan niat untuk mengumpulkan para pemain timnas di klub tersebut seperti yang dilakukan basket.

Memang sudah jauh-jauh hari Ketum PSSI, Erick Thohir, ingin menunjuk satu klub yang akan menaungi para pemain timnas Indonesia yang tak terpakai di timnya masing-masing. Dia ingin mengikuti jejak cabang olahraga basket yang melakukan hal serupa dan sejauh ini berhasil. Bhayangkara lantas ditunjuk Erick.

“Tahun ini sebenarnya kita inginkan Bhayangkara jadi bagian dari pembentukan tim nasional, kayak di basket ada Indonesia Patriots. Kalau kemarin coba final IBL, dari Prawira, dari PJ (Pelita Jaya) itu ada empat sampai lima jebolan Indonesian Patriots dan levelnya tak kalah dengan pemain SM (Satria Muda) yang senior,” kata Erick Thohir.

Bhayangkara FC Ditolak Jadi Timnya Timnas Indonesia oleh Klub Liga 1 Lain
pssi

“Artinya ada percepatan, karena kita ini bukan Eropa yang punya sistem pendidikan dari akar rumput ke atas. Kami masih kagetan, tidak bisa kaya gitu euforia juara SEA Games, U-19 kita yang perempuan ke semifinal pertama kali dalam sejarah, bukan itu yang kita harapkan,” sambung dia.

Tetapi, Klub Liga 1 Menolaknya

Akan tetapi, klub-klub lainnya menolak bila Bhayangkara dijadikan timnya timnas Indonesia. Erick tak menjelaskan alasannya. Tetapi yang jelas, PSSI akhirnya mengurungkan niatnya tersebut.

“Yang kita ingin membangun tradisi dan sistem yang baik sehingga punya kepastian, timnas kita punya standar baik, di sinilah yang saya bilang, tahun ini kita sudah negosiasi dengan klub, boleh tidak Bhayangkara itu poinnya dihitung, tapi tak perlu juara? tapi klub kan bilang jangan, ya sudah kita mengalah,” papar dia.

“Kita mengalah karena mungkin klub ‘kan kaget, kami dorong lagi tahun depan, mudah-mudahan bisa. Saya juga tak mau jadi pemimpin otoriter, klub juga turut berkontribusi, SSB, wasit, dan semua juga membangun sepak bola Indonesia, itulah kenapa perlu kesepakatan,” tutup dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *